SIGAPTIPS Jakarta – Jejaring sosial merupakan bentuk media saling berbagi informasi, dalam moderenisasi ini jejaring sosial merupakan suatu bentuk media yang harus dimiliki oleh semua orang. Penggunaan media ini telah banyak merubah bentuk tingkah laku manusia, manusia dapat mengakses apa dan saling berbagi apa saja dengan cepat serta saling mengobrol. keharusan akan media sosial telah dirasakan sekarang, media sosial merupakan simbol pergaulan yang memiliki peranan penting. Padangan mengenai penggunaan media sosial ini juga telah banyak merubah segi negatif dari kebanyakan orang. Segi negatif dalam pengamanan informasi yang ada di media sosial menjadi sosok baru yang harus di rahasiakan dari orang yang tidak bertanggung jawab.

Keamanan merupakan hal yang sangat penting dalam dunia teknologi informasi. Pada era teknologi informasi saat ini, pelayanan kepada konsumen menjadi hal yang mutlak untuk bertahan dalam persaingan. Banyak sekali cara yang ditempuh untuk menghalangi seseorang/instansi/perusahaan guna memberikan pelayanan tersebut. Hal ini menjadi sangat mungkin bila pelayanan yang diberikan melalui jalur yang dapat dikatakan kurang aman (internet) yang terkoneksikan melalui jaringan. Beberapa serangan kepada server sebagai penyedia layanan kerap dilakukan, walaupun tidak semua tujuan yang dilakukan berlandaskan pada politik,atau bisnis belaka. Dalam keamanan sistem jejaring sosial semaking terbarukan, banyak pihak yang ikut mengembangkan sistem keamanan jaringan sosial tersebut.

Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang dijalin dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll. Analisis jaringan jejaring sosial memandang hubungan sosial sebagai simpul dan ikatan. Simpul adalah aktor individu di dalam jaringan, sedangkan ikatan adalah hubungan antar aktor tersebut. Bisa terdapat banyak jenis ikatan antar simpul.

Penelitian dalam berbagai bidang akademik telah menunjukkan bahwa jaringan jejaring sosial beroperasi pada banyak tingkatan, mulai dari keluarga hingga negara, dan memegang peranan penting dalam menentukan cara memecahkan masalah, menjalankan organisasi, serta derajat keberhasilan seorang individu dalam mencapai tujuannya. Dalam bentuk yang paling sederhana, suatu jaringan jejaring sosial adalah peta semua ikatan yang relevan antar simpul yang dikaji. Jaringan tersebut dapat pula digunakan untuk menentukan modal sosial aktor individu. Konsep ini sering digambarkan dalam diagram jaringan sosial yang mewujudkan simpul sebagai titik dan ikatan sebagai garis penghubungnya.

Menurut Andi Hamzah dalam bukunya yang berjudul Aspek-aspek Pidana di Bidang Komputer, mengemukakan bahwa pengertian kejahatan komputer adalah segala aktifitas tidak sah yang memanfaatkan komputer untuk tidak pidana . Sekecil apapun dampak atau akibat yang ditimbulkan dari penggunaan komputer secara tidak sah atau ilegal merupakan suatu kejahatan. Dan dalam arti sempit kejahatan komputer adalah suatu perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan teknologi komputer yang canggih. Faktor- faktor Penyebab Kejahatan Komputer Beberapa faktor yang menyebabkan kejahatan komputer makin marak dilakukan antara lain adalah Page Layout. Wahana Komputer “DOS cukup sulit dideteksi, kecuali dengan alamat IP yang sama, tentu akan mudah membloknya, dan serangan ini berkaitan dengan pelayanan yang diberikan.

Serangan SYN Flooding ini adalah serangan yang menyerang server dengan cara mengirim paket data ke server, setelah server merespon paket data tersebut dan memberi sinyal jawaban ke client melalui alamat IP pengirim, dan ternyata jawaban yang diterima server untuk membalas jawaban client di kirim dengan alamat IP yang palsu, dan itu terjadi trus menerus, akibatnya server sibuk mengirim jawaban atas paket dengan IP palsu tersebut. Terjadinya serangan ini tidak lupa dari pengintaian dari suatu server yang akan di jadikan objek.

ASPEK ANCAMAN KEAMANAN

Aspek ancaman keamanan yang terjadi terhadap informasi adalah

  1. Privacy, adalah sesuatu yang bersifat rahasia(provate). Intinya adalah pencegahan agar informasi tersebut tidak diakses oleh orang yang tidak berhak. Contohnya adalah email atau file-file lain yang tidak boleh dibaca orang lain meskipun oleh administrator. Pencegahan yang mungkin dilakukan adalah dengan menggunakan teknologi enksripsi, jadi hanya pemilik informasi yang dapat mengetahui informasi yang sesungguhnya.
  2. Confidentiality, merupakan data yang diberikan ke pihak lain untuk tujuan khusus tetapi tetap dijaga penyebarannya. Contohnya data yang bersifat pribadi seperti : nama, alamat, no ktp, telpon dan sebagainya. Confidentiality akan terlihat apabila diminta untuk membuktikan kejahatan seseorang, apakah pemegang informasi akan memberikan infomasinya kepada orang yang memintanya atau menjaga klientnya.
  3. Integrity, penekanannya adalah sebuah informasi tidak boleh diubah kecuali oleh pemilik informasi. Terkadang data yang telah terenskripsipun tidak terjaga integritasnya karena ada kemungkinan chpertext dari enkripsi tersebut berubah. Contoh : Penyerangan Integritas ketika sebuah email dikirimkan ditengah jalan disadap dan diganti isinya, sehingga email yang sampai ketujuan sudah berubah.
  4. Autentication, ini akan dilakukan sewaktu user login dengan menggunakan nama user dan passwordnya, apakah cocok atau tidak, jika cocok diterima dan tidak akan ditolak. Ini biasanya berhubungan dengan hak akses seseorang, apakah dia pengakses yang sah atau tidak.
  5. Availability, aspek ini berkaitan dengan apakah sebuah data tersedia saat dibutuhkan/diperlukan. Apabila sebuah data atau informasi terlalu ketat pengamanannya akan menyulitkan dalam akses data tersebut. Disamping itu akses yang lambat juga menghambat terpenuhnya aspe availability

 ASPEK PENCEGAHAN ANCAMAN KEAMANAN

Pencegahan Terdiri dari 4 faktor yang merupakan cara untuk mencegah terjadinya serangan atau kebocoran sistem :

  1. Desain sistem : desain sistem yang baik tidak meninggalkan celah-celah yang memungkinkan terjadinya penyusupan setelah sistem tersebut siap dijalankan.
  2. Aplikasi yang Dipakai : aplikasi yang dipakai sudah diperiksa dengan seksama untuk mengetahui apakah program yang akan dipakai dalam sistem tersebut dapat diakses tanpa harus melalui prosedur yang seharusnya dan apakah aplikasi sudah mendapatkan kepercayaan dari banyak orang.
  3. Manajemen : pada dasarnya untuk membuat suatu sistem yang secure tidak lepas dari bagaimana mengelola suatu sistem dengan baik. Dengan demikian persyaratan good practice standard seperti Standard Operating Procedure (SOP) dan Security Policy haruslah diterapkan di samping memikirkan hal teknologinya.
  4. Manusia (Administrator) : manusia adalah salah satu fakor yang sangat penting, tetapi sering kali dilupakan dalam pengembangan teknologi informasi dan dan sistem keamanan. Sebagai contoh, penggunaan password yang sulit menyebabkan pengguna malah menuliskannya pada kertas yang ditempelkan di dekat komputer. Oleh karena itu, penyusunan kebijakan keamanan faktor manusia dan budaya setempat haruslah sangat dipertimbangkan

Inti dari keamanan komputer terutama di jejaring media sosiol adalah melindungi komputer dan jaringannya dengan tujuan mengamankan informasi yang berada di dalamnya. Mencegah terjadinya suatu serangan terhadap sistem. Dengan demikian kita perlu memperhatikan hal-hal yang dapat merugikan dalam proses pengamanan data. Proses DOS sebagai serangan yang sering terjadi dalam Network maka dari itu administratos sistem harus memiliki firewall yang baik [JF]